Buat affiliator pemula, link bio saja sering terasa kurang. Calon pembeli klik link, lalu langsung dilempar ke chat WhatsApp tanpa tahu dulu produknya apa, harganya berapa, dan kenapa harus beli dari kamu. Di titik inilah landing page gratis Google Sites bisa jadi jalan tengah. Kamu bisa punya satu halaman jualan yang rapi tanpa membayar hosting, tanpa membeli domain, dan tanpa menulis satu baris kode pun.
Google Sites adalah pembuat website gratis dari Google. Selama kamu punya akun Google, kamu bisa membuat dan mempublikasikan halaman, lalu membagikan alamatnya ke calon pembeli. Artikel ini memandu kamu dari nol sampai halamanmu tayang, lengkap dengan susunan bagian yang bisa langsung ditiru dan batasan yang perlu kamu tahu sejak awal.
Kenapa Google Sites Cocok buat Landing Page Jualan Affiliate
Alasan pertama tentu biayanya. Dengan landing page gratis Google Sites, kamu tidak membayar hosting bulanan, dan halamanmu tetap online selama akun Google-mu aktif. Untuk affiliator yang baru mulai dan belum yakin produknya laku, nol rupiah adalah angka yang masuk akal.
Alasan kedua adalah cara kerjanya yang sederhana. Antarmukanya drag and drop, mirip menyusun slide presentasi. Kamu menambahkan blok teks, gambar, dan tombol lewat panel di sisi kanan, lalu menggesernya sampai susunannya enak dilihat. Tidak ada pengaturan server, tidak ada instalasi, dan tidak ada istilah teknis yang harus dihafal dulu.
Alasan ketiga, Google Sites terhubung langsung dengan alat Google lain. Kamu bisa menyisipkan formulir dari Google Forms untuk menerima order, menampilkan katalog dari Google Sheets, atau menanam peta lokasi dari Google Maps. Buat seller yang sudah memakai ekosistem Google, ini menghemat banyak waktu.
Tapi ada satu hal yang perlu diluruskan sejak awal. Google Sites cocok untuk landing page sederhana dengan satu tujuan, misalnya mengarahkan pengunjung ke WhatsApp.
Platform ini bukan toko online. Ia tidak punya keranjang belanja, payment gateway, atau manajemen stok bawaan. Kalau kamu butuh checkout otomatis, kamu sedang melihat alat yang salah.
Siapkan Dulu 5 Bahan Ini Sebelum Membuka Google Sites
Kesalahan paling umum saat membuat landing page adalah langsung membuka builder tanpa bahan. Hasilnya, halaman setengah jadi yang dibiarkan berbulan-bulan. Siapkan lima bahan ini dulu sebelum membuat landing page gratis Google Sites, masing-masing tidak lebih dari sepuluh menit.
Pertama, satu foto produk yang jelas. Pakai foto asli dari seller atau marketplace, bukan hasil tangkapan layar yang buram. Foto yang sama akan kamu pakai di bagian hero dan di katalog, jadi pilih yang paling mewakili produk.
Kedua, satu kalimat yang menjelaskan kenapa produk ini layak dibeli. Bukan daftar fitur panjang, melainkan manfaat yang dirasakan pembeli. Contohnya, “Tas selempang ini muat dompet, HP, dan powerbank tanpa terlihat penuh.” Kalimat seperti ini yang akan menjadi judul halamanmu.
Ketiga, tiga sampai lima poin manfaat produk. Tulis dalam bahasa pembeli, bukan bahasa katalog. “Bahan anti air” lebih mudah dipahami daripada kode material yang tidak dikenal pembeli.
Keempat, link WhatsApp-mu. Buat lewat format wa.me/nomor, dan siapkan teks sapaan otomatis yang sudah terisi nama produk. Kalau belum punya, panduan cara membuat link WhatsApp menjelaskan caranya langkah demi langkah.
Kelima, link affiliate produk yang akan kamu promosikan. Pastikan linknya masih aktif dan mengarah ke produk yang benar. Tidak ada yang lebih merugikan daripada landing page rapi yang tombol belinya mengarah ke halaman yang sudah tidak tersedia.
Cara Membuat Landing Page Gratis Google Sites, Langkah demi Langkah
Dengan lima bahan di atas, proses pembuatannya biasanya selesai dalam waktu kurang dari satu jam. Ikuti enam langkah berikut secara berurutan.

1. Buka Google Sites dan beri nama situsmu
Buka sites.google.com dengan akun Google-mu, lalu pilih situs kosong. Beri nama dokumen situs di kiri atas, misalnya “Jualan Tas Selempang”. Nama ini hanya untuk pengelolaan di akunmu, bukan alamat yang dilihat pengunjung.
Kemudian klik judul halaman dan ganti dengan kalimat manfaat yang sudah kamu siapkan. Judul inilah yang dilihat pengunjung pertama kali, jadi tulis manfaatnya, bukan sekadar nama produk.
2. Atur tema, warna, dan tata letak
Buka panel Themes di sisi kanan dan pilih tema yang paling sederhana. Untuk halaman jualan, tema yang bersih dengan satu warna aksen bekerja lebih baik daripada tema ramai yang mengalihkan perhatian dari tombol beli.
Atur warna aksen agar selaras dengan fotomu. Jangan memakai lebih dari dua warna utama di satu halaman. Tampilan yang konsisten membuat halaman terlihat dikerjakan dengan serius, bukan asal jadi.
3. Susun bagian hero: judul, foto, dan satu ajakan
Bagian hero adalah layar pertama yang dilihat pengunjung. Isinya hanya tiga hal, yaitu judul manfaat, satu foto produk yang bagus, dan satu tombol ajakan. Jangan menaruh tiga tombol sekaligus di sini, karena pengunjung justru bingung harus mengeklik yang mana.
Gunakan layout gambar di satu sisi dan teks di sisi lain, atau gambar besar di atas teks bila fotomu cukup bagus. Pastikan judulnya terbaca penuh di layar HP, karena sebagian besar pengunjungmu datang dari sana.
4. Tambah bagian produk, manfaat, dan bukti
Di bawah hero, tambahkan satu bagian berisi foto produk dari sudut berbeda dan daftar manfaat yang sudah kamu siapkan. Tulis manfaat sebagai poin singkat, bukan paragraf panjang. Pengunjung memindai halaman, mereka tidak membaca seperti novel.
Setelah itu tambahkan satu bagian bukti. Buat affiliator, bukti paling jujur adalah tangkapan ulasan pembeli di marketplace atau testimoni singkat dari pembeli pertama.
Jangan menulis testimoni karangan. Satu ulasan asli lebih meyakinkan daripada lima kalimat pujian tanpa sumber. Kalau kamu belum punya ulasan, bagian ini bisa diganti dengan penjelasan cara order yang transparan.
5. Pasang tombol WhatsApp dan formulir order
Ini bagian yang mengubah pengunjung jadi pembeli. Tambahkan tombol dengan teks yang jelas, misalnya “Chat WhatsApp untuk Order”. Arahkan tombol ke link wa.me yang sudah kamu siapkan dengan teks sapaan berisi nama produk.
Letakkan tombol yang sama di dua tempat, yaitu di bagian hero dan di akhir halaman. Pengunjung yang sudah yakin di awal tidak perlu menggulir sampai bawah, sedangkan pengunjung yang butuh membaca dulu akan menemukan tombolnya lagi setelah selesai.
Kalau kamu menerima order lewat formulir, sisipkan Google Forms di bawah tombol. Formulir ini berguna untuk mencatat varian, jumlah, dan alamat pengiriman sebelum percakapan WhatsApp dimulai. Buat seller yang menerima banyak chat, formulir menghemat waktu tanya jawab yang berulang. Setelah formulir siap, siapkan juga jawaban cepatnya lewat panduan balasan cepat WhatsApp Business supaya chat yang masuk bisa dijawab dalam hitungan detik.
6. Preview, atur alamat, dan publish
Sebelum tayang, klik ikon Preview di menu atas dan periksa tampilan di mode desktop dan HP. Perhatikan apakah ada teks yang terpotong, foto yang terlalu besar, atau tombol yang tertutup elemen lain. Google Sites memang responsif secara otomatis, tapi pengecekan manual tetap perlu.
Kalau landing page gratis Google Sites-mu sudah rapi, klik tombol Publish di kanan atas. Kamu akan diminta menentukan alamat web, misalnya nama-produkmu, sehingga halamanmu bisa diakses di sites.google.com/view/nama-produkmu. Atur juga siapa saja yang bisa melihat situs, dan pastikan pengaturannya publik.
Di panel Settings, ada opsi “Request public search engines not to display my site”. Jangan centang opsi ini bila kamu ingin halamanmu bisa ditemukan mesin pencari. Setelah itu klik Publish, dan halamanmu sudah live dan bisa dibagikan.
Contoh Susunan Landing Page Satu Produk Affiliate
Supaya tidak bingung menyusun dari nol, berikut urutan bagian yang bisa kamu tiru untuk satu produk. Urutan ini mengikuti cara pembeli berpikir, dari penasaran sampai memutuskan menghubungi kamu.

- Hero: judul manfaat, foto produk utama, tombol “Chat WhatsApp untuk Order”.
- Masalah dan solusi: satu paragraf singkat tentang masalah yang dialami pembeli dan bagaimana produk ini mengatasinya.
- Manfaat: tiga sampai lima poin manfaat dalam bahasa pembeli.
- Foto dan varian: foto dari sudut berbeda plus varian warna atau ukuran yang tersedia.
- Bukti: ulasan marketplace atau testimoni asli, atau cara order yang transparan bila belum ada ulasan.
- Cara order: tiga langkah singkat, misalnya chat WhatsApp, konfirmasi varian, lalu bayar dan kirim.
- Penutup dan tombol: ulangi ajakan dengan tombol WhatsApp yang sama.
Susunan landing page gratis Google Sites ini sengaja pendek. Landing page affiliate yang terlalu panjang justru membuat pengunjung pergi sebelum sampai ke tombol order. Satu halaman, satu produk, satu ajakan, itu rumusnya.

Batasan Google Sites yang Wajib Kamu Tahu
Landing page gratis Google Sites memang mudah dibuat, tapi bukan tanpa batas. Mengetahui batasnya sejak awal mencegah kamu kecewa di tengah jalan.
Pertama, tidak ada payment gateway bawaan. Pembeli tidak bisa membayar langsung di halamanmu. Jalur closing-nya tetap chat WhatsApp atau link ke marketplace, dan itu harus dijelaskan dengan jujur di halaman. Kalau kamu menjanjikan checkout langsung, kamu menjanjikan sesuatu yang tidak bisa dipenuhi.
Kedua, kontrol desainnya terbatas. Kamu tidak bisa mengatur HTML dan CSS secara bebas, dan pilihan tema serta layout-nya memang sedikit. Halamanmu akan terlihat rapi, tapi sulit tampil benar-benar berbeda dari halaman Google Sites lainnya.
Ketiga, fitur SEO-nya minim. Kamu bisa mengatur judul dan deskripsi situs, tapi kontrol teknis seperti robots.txt dan sitemap tidak selengkap website self-hosted. Artinya, landing page ini lebih cocok disebar lewat media sosial dan chat daripada diandalkan untuk ranking Google.
Keempat, alamat standarnya panjang dan kurang mudah diingat, yaitu sites.google.com/view/nama-situsmu. Kamu bisa memasang domain sendiri yang dibeli terpisah lewat menu Settings lalu Custom domains, dengan verifikasi kepemilikan lewat DNS. Panduan custom domain Domainesia menyebut proses ini bisa memakan waktu sampai 2×24 jam, jadi jangan pasang domain di menit terakhir sebelum promosi. Panduan resmi Google menjelaskan pemetaan URL kustom ini di halaman dukungan Google Workspace.
Kelima, Google Sites tidak punya mesin blog. Tidak ada arsip artikel, kategori, atau kolom komentar bawaan. Kalau rencanamu adalah menulis banyak artikel dan membangun traffic organik, kamu butuh platform lain.

| Aspek | Google Sites | Builder berbayar | Jasa website |
|---|---|---|---|
| Biaya awal | Gratis dengan akun Google | Langganan bulanan | Biaya jasa sekali bayar plus hosting dan domain |
| Butuh coding | Tidak | Tidak | Tidak, dikerjakan penyedia jasa |
| Pembayaran di halaman | Tidak ada, dialihkan ke WA atau marketplace | Tergantung paket | Bisa disesuaikan kebutuhan |
| Kontrol desain | Terbatas | Lebih bebas | Paling bebas |
| Kontrol SEO | Minim | Menengah | Paling lengkap |
| Cocok untuk | Satu halaman jualan sederhana | Katalog dan funnel menengah | Website bisnis jangka panjang |
Tabel di atas memakai perbandingan kualitatif, bukan harga spesifik, karena tarif builder dan jasa berubah-ubah dan berbeda di tiap penyedia. Gunakan tabel ini untuk memutuskan kelas solusi, bukan untuk membandingkan angka.
Kapan Saatnya Pindah dari Google Sites ke Website Sendiri
Landing page gratis Google Sites adalah titik awal yang bagus, bukan tujuan akhir. Ada tiga tanda kamu sudah siap naik kelas.
Pertama, kamu menjual lebih dari lima produk dan satu halaman sudah tidak cukup. Kedua, kamu mulai mengandalkan traffic Google dan butuh kontrol SEO yang lebih dalam. Ketiga, kamu butuh checkout, katalog yang bisa dicari, dan tampilan yang benar-benar milik brand-mu sendiri.
Kalau ketiga tanda itu muncul, inilah saatnya mempertimbangkan website sendiri. Panduan anatomi landing page affiliator menjelaskan elemen apa saja yang membuat halaman mengubah klik jadi order, dan itu tetap berlaku apa pun platformnya. Dan kalau kamu ingin websitenya dikerjakan tanpa mengurus teknis sendiri, halaman Jasa Pembuatan Website DigitCuan menjelaskan layanan yang tersedia.
Checklist Sebelum Membagikan Link Landing Page-mu
Jangan membagikan link landing page gratis Google Sites-mu sebelum melewati checklist ini. Lima menit pengecekan menghindarkan kamu dari calon pembeli yang mengeklik tombol mati.
- Semua tombol WhatsApp mengarah ke nomor yang benar dan teks sapaannya sudah terisi nama produk.
- Link affiliate mengarah ke produk yang benar dan masih tersedia.
- Foto produk terlihat tajam di HP, bukan buram atau terpotong.
- Judul dan manfaat terbaca penuh di layar HP tanpa perlu menggeser ke samping.
- Formulir order, bila dipakai, sudah diuji dengan satu pengiriman percobaan.
- Alamat situs sudah publik dan bisa dibuka dari browser lain tanpa login.
- Tidak ada teks placeholder, contoh, atau bagian kosong yang tertinggal.
Kalau satu poin belum tercentang, perbaiki dulu. Landing page yang dibagikan setengah jadi lebih merugikan daripada landing page yang telat sehari.
Mulai dari Satu Halaman, Bukan dari yang Sempurna
Landing page gratis Google Sites bukan solusi untuk semua masalah jualan. Ia adalah cara tercepat untuk berhenti hanya mengandalkan link bio dan mulai memberi calon pembeli alasan yang jelas untuk menghubungimu. Satu halaman rapi dengan tombol WhatsApp yang berfungsi sudah jauh lebih baik daripada sepuluh rencana halaman yang tidak pernah dibuat.
Buat satu halaman hari ini untuk produk terlarismu, bagikan ke satu kanal yang paling ramai, dan perhatikan pertanyaan apa yang paling sering ditanyakan pembeli. Jawaban dari pertanyaan itu adalah bahan untuk memperbaiki halamanmu berikutnya. Kalau kamu butuh struktur yang lebih dalam, baca juga panduan cara membuat link bio affiliate dan cara membuat katalog WhatsApp Business supaya jalur dari klik sampai order tersambung rapi.
Sumber dan bacaan lanjutan
- Google Workspace Help: Memetakan URL baru ke situs di Google Sites
- Nusa.id: Cara Membuat Website Landing Page dengan Google Sites
- FreeGoogleWebsite.info: Is Google Sites Really Free?
- Qwords: Cara Membuat Landing Page Gratis dan Cepat Tanpa Coding
- Domainesia: Cara Custom Domain ke Google Sites
Artikel ini adalah panduan berdasarkan riset, bukan review hasil pengujian langsung atas setiap langkah di semua jenis akun Google. Fitur Google Sites dapat berubah; periksa halaman dukungan Google bila ada langkah yang terlihat berbeda di akunmu. Terakhir diperiksa: 30 Oktober 2026.

