Diskon 50 persen memang cepat menarik pembeli, tapi sering kali menghabiskan margin sampai tidak tersisa. Ada cara lain menaikkan nilai setiap pesanan tanpa perang harga, yaitu promo bundle. Artikel ini membahas cara membuat promo bundle untuk toko online, dari memilih jenisnya sampai menghitung harga yang aman untuk marginmu.
Promo bundle adalah penawaran dua produk atau lebih dalam satu paket dengan satu harga yang lebih murah daripada membeli tiap produk secara terpisah. Pembeli merasa mendapat nilai lebih, sementara kamu menjual lebih banyak barang dalam satu pesanan. Kuncinya ada pada perhitungan harga, bukan pada besarnya diskon.
Apa Itu Promo Bundle dan Kenapa Lebih Aman dari Diskon Besar
Bayangkan kamu menjual hijab seharga Rp100.000. Diskon 30 persen membuat harganya Rp70.000, dan marginmu terpangkas sepertiga dalam satu pesanan. Sekarang bandingkan dengan bundle.
Hijab Rp100.000 dipasangkan dengan inner Rp50.000, lalu dijual sepaket Rp130.000. Pembeli hemat Rp20.000, kamu mendapat pesanan Rp130.000, bukan Rp100.000. Diskon yang kamu berikan hanya Rp20.000 dari total Rp150.000, atau sekitar 13 persen, dan itu ditanggung dua produk sekaligus.
Itulah logika bundle. Diskon satuan memangkas margin satu produk. Bundle menyebar potongan ke beberapa produk sekaligus, sambil menaikkan nilai pesanan rata-rata.
Nilai pesanan rata-rata, atau average order value (AOV), adalah total penjualan dibagi jumlah pesanan. Kalau AOV naik, kamu mendapat lebih banyak dari setiap pembeli yang datang, tanpa harus mencari pembeli baru.
Bundle juga membantu menghabiskan stok yang bergerak lambat. Produk yang jarang laku sendiri bisa dipasangkan dengan produk terlaris, sehingga pembeli mencoba produk yang belum pernah mereka beli. Satu paket yang terjual berarti dua produk keluar dari gudang dalam satu pengiriman.

6 Jenis Promo Bundle yang Bisa Kamu Buat
Tidak semua bundle bekerja dengan cara yang sama. Kenali enam jenis ini, lalu pilih yang sesuai dengan katalog dan kebiasaan belanja pelangganmu.
1. Bundle pelengkap
Bundle pelengkap memasangkan produk yang memang dipakai bersama. Contohnya kamera dengan kartu memori, skincare dengan sunscreen, atau hijab dengan inner. Pembeli tidak perlu berpikir panjang karena pasangannya sudah jelas. Jenis ini paling mudah diterima dan paling aman untuk bundle pertama.
2. Bundle produk sama (beli banyak)
Jenis ini menjual beberapa unit produk yang sama dalam satu paket, misalnya beli 3 kaos seharga 2,5 kaos, atau paket isi ulang 3 botol sabun cuci. Cocok untuk produk habis pakai yang memang dibeli berulang, seperti makanan, minuman, sabun, dan skincare harian. Pembeli menstok, kamu mengunci penjualan tiga unit sekaligus.
3. Bundle campuran
Bundle campuran tetap menjual tiap produk secara terpisah, tapi menawarkan harga lebih murah kalau dibeli sepaket. Contohnya paket makan siang yang terdiri dari nasi, lauk, dan minuman, yang masing-masing juga dijual satuan. Pembeli bebas memilih, dan potongan harga menjadi alasan mereka mengambil paketnya. Ini jenis yang paling umum dipakai toko online.
4. Bundle susun sendiri
Di sini pembeli memilih sendiri isi paketnya dari daftar yang kamu tentukan, misalnya pilih 3 dari 6 varian rasa, atau pilih 2 dari 5 warna. Jenis ini cocok untuk produk dengan banyak varian, seperti makanan ringan, lilin aromaterapi, atau aksesori. Pembeli merasa memegang kendali, dan kamu tetap mengarahkan mereka membeli lebih dari satu item.
5. BOGO (beli satu gratis satu)
BOGO, singkatan dari buy one get one, memberi satu produk gratis atau berharga sangat murah untuk setiap pembelian produk utama. Contohnya beli satu serum, gratis satu kapas wajah, atau beli dua gratis satu untuk produk yang sama. Jenis ini terasa paling murah di mata pembeli, jadi gunakan hanya untuk produk dengan margin cukup tebal, atau untuk menghabiskan stok lama.
6. Bundle musiman atau paket hadiah
Bundle musiman disusun untuk momen tertentu, seperti paket hampers Lebaran, paket 12.12, atau paket hadiah ulang tahun. Isinya sudah dikurasi, dikemas menarik, dan dijual dalam waktu terbatas. Jenis ini cocok untuk momen belanja besar karena pembeli memang sedang mencari hadiah siap kirim.
Jenis Bundle Mana yang Paling Cocok untuk Tokomu
Cara membuat promo bundle yang cocok untuk tokomu dimulai dari dua pertanyaan. Produk apa yang paling sering dibeli bersamaan, dan produk apa yang menumpuk di gudang. Jawaban pertama menentukan pasangan bundle, jawaban kedua menentukan produk yang perlu didorong.
| Jenis bundle | Cara kerja | Contoh Indonesia | Paling cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Bundle pelengkap | Produk yang dipakai bersama | Hijab + inner | Bundle pertama, semua toko |
| Beli banyak | Beberapa unit produk sama | 3 botol sabun cuci | Produk habis pakai |
| Bundle campuran | Satuan tetap dijual, paket lebih murah | Paket makan siang | Toko dengan banyak SKU |
| Susun sendiri | Pembeli pilih isi paket | Pilih 3 dari 6 rasa | Produk banyak varian |
| BOGO | Beli satu, gratis satu | Serum + kapas gratis | Margin tebal / cuci gudang |
| Musiman / hadiah | Paket momen tertentu | Hampers Lebaran | Momen belanja besar |
Kalau ini bundle pertamamu, mulai dari bundle pelengkap atau bundle campuran. Keduanya paling mudah dijelaskan ke pembeli dan paling kecil risikonya. BOGO dan bundle susun sendiri simpan untuk nanti, setelah kamu tahu produk mana yang paling laku dipasangkan.

Cara Menghitung Harga Bundle Supaya Margin Tetap Aman
Ini bagian yang paling sering dilewatkan seller. Bundle yang harganya asal potong bisa terlihat laku, tapi diam-diam merugi. Gunakan aturan harga lantai sebelum menentukan harga jual.
Harga lantai adalah batas terendah harga bundle yang masih memberi untung. Rumusnya sederhana. Jumlahkan harga pokok semua produk di dalam bundle, lalu tambahkan ongkir ekstra kalau paket menjadi lebih berat.
Harga jual bundle harus berada di atas angka itu. Selisih antara harga jual dan harga lantai adalah laba kotor per bundle.
Contoh hitung berikut memakai angka ilustrasi, bukan data toko nyata. Tujuannya menunjukkan cara menghitung, bukan menjanjikan hasil yang sama di tokomu.
Produk A, hijab, harga jual Rp100.000 dan harga pokok Rp60.000. Produk B, inner, harga jual Rp50.000 dan harga pokok Rp25.000. Ongkir satu produk Rp10.000, ongkir bundle dua produk Rp15.000, jadi ongkir ekstra Rp5.000.
Harga lantai bundle adalah Rp60.000 tambah Rp25.000 tambah Rp5.000, sama dengan Rp90.000. Kalau bundle dijual Rp130.000, laba kotornya Rp40.000. Bandingkan dengan menjual hijab saja, yang labanya Rp30.000 setelah ongkir. Bundle memberi laba lebih besar per pesanan, meski pembeli mendapat potongan Rp20.000 dari total harga satuan Rp150.000.
Aturan praktisnya begini. Jangan pernah memberi potongan yang membuat harga jual mendekati harga lantai. Sisakan ruang untuk biaya lain yang sering terlupa, seperti biaya admin marketplace, biaya pengemasan, dan retur. Cara menghitung biaya-biaya itu dibahas di artikel biaya admin Shopee dan TikTok Shop, dan dasar penetapan harga jual ada di artikel cara menghitung harga jual produk.

Cara Membuat Promo Bundle dalam 5 Langkah
Langkah 1. Pilih produk jangkar
Produk jangkar adalah produk terlaris di tokomu, yang pembeli cari lebih dulu. Lihat data penjualan satu sampai tiga bulan terakhir. Produk yang paling sering terjual adalah jangkar yang paling aman. Bundle yang dibangun di sekitar produk yang tidak laku akan sulit terjual, betapa pun besar diskonnya.
Langkah 2. Pilih produk pendamping
Produk pendamping adalah produk yang masuk akal dibeli bersama jangkar. Lihat riwayat pesanan. Produk apa yang paling sering muncul di pesanan yang sama dengan jangkar. Kalau tidak ada data, pilih produk yang dipakai bersama secara logis, seperti inner untuk hijab atau casing untuk HP.
Langkah 3. Hitung harga dengan rumus harga lantai
Jumlahkan harga pokok semua produk, tambahkan ongkir ekstra, dan dapatkan harga lantai. Tetapkan harga jual bundle di atas harga lantai dengan selisih yang masih memberi laba wajar. Tampilkan harga coret total satuan di samping harga bundle, supaya hemat yang didapat pembeli terlihat jelas.
Langkah 4. Buat penawaran yang mudah dipahami
Nama bundle harus menjelaskan isinya dalam sekali baca. “Paket Hijab + Inner Hemat Rp20.000” lebih jelas daripada “Paket Spesial 1”. Tulis apa saja isinya, berapa hematnya, dan sampai kapan berlaku. Pembeli tidak seharusnya menebak-nebak apa yang mereka dapat.
Langkah 5. Pasang, lalu ukur selama dua minggu
Pasang bundle di tempat pembeli mengambil keputusan, yaitu halaman produk jangkar dan halaman checkout. Setelah dua minggu, bandingkan nilai pesanan rata-rata dan laba per pesanan sebelum dan sesudah bundle. Kalau nilai pesanan naik tapi laba per pesanan turun, potonganmu terlalu besar. Kecilkan potongan atau ganti produk pendampingnya.
Cara Memasang Bundle di Marketplace
Di TikTok Shop by Tokopedia, fitur bundling tersedia dengan nama Bundle Deal. Menurut dokumentasi resmi Seller Center, kamu bisa memasukkan 2 sampai 3 produk dalam satu bundle, mengatur diskon berupa persentase atau harga tetap, dan membuat sampai 50 bundle. Ada juga fitur Beli Banyak Lebih Hemat (BBLH) untuk produk murah dengan margin serupa, misalnya beli 3 hemat 20 persen. Fitur ini hanya tersedia di TikTok Shop by Tokopedia, bukan di Tokopedia.
Di Shopee, fitur paket dan bundling tersedia di Seller Center sebagai alat promosi. Nama dan tata letak menunya bisa berubah, jadi cek langsung di Seller Center tokomu sebelum membuat bundle. Prinsipnya sama, yaitu pilih produk, tentukan harga paket, dan atur masa berlakunya.
Kalau kamu jualan lewat website sendiri atau WhatsApp, bundle bisa ditampilkan sebagai produk tersendiri di katalog. Buat satu halaman produk untuk bundle, lengkap dengan foto paket dan rincian isi. Tampilkan juga di landing page atau katalog WhatsApp Business supaya pembeli yang datang dari iklan langsung melihat penawarannya.
5 Kesalahan yang Bikin Bundle Tidak Laku
1. Memasangkan produk yang tidak nyambung. Bundle hijab dengan power bank mungkin terlihat kreatif, tapi pembeli tidak merasa butuh keduanya sekaligus. Pasangan harus masuk akal dipakai bersama atau dibeli dalam satu kebutuhan.
2. Potongan terlalu kecil sampai tidak terasa. Hemat Rp2.000 dari total Rp200.000 tidak cukup membuat orang mengubah keputusan. Potongan harus terlihat, tapi tetap di atas harga lantai yang sudah kamu hitung.
3. Potongan terlalu besar sampai margin habis. Ini kebalikan dari kesalahan kedua. Bundle yang laris tapi merugi lebih buruk daripada bundle yang sepi.
Hitung dulu dengan rumus harga lantai, baru tentukan potongan.
4. Menyembunyikan isi bundle. Pembeli tidak akan membeli paket yang isinya tidak jelas. Tulis semua isi, varian, dan ukurannya.
Kalau ada pilihan varian, biarkan pembeli memilih sebelum checkout.
5. Menaruh bundle di tempat yang tidak terlihat. Bundle yang hanya ada di halaman tersendiri dan tidak ditautkan dari produk jangkarnya hampir tidak akan ditemukan. Pasang penawarannya di halaman produk, di keranjang, dan di halaman checkout.
Checklist Sebelum Bundle Diluncurkan

Cara membuat promo bundle yang rapi tidak berhenti di perhitungan harga. Jalankan checklist ini sebelum bundle dipasang, supaya tidak ada yang terlewat.
- Produk jangkar dipilih dari data penjualan, bukan tebakan.
- Produk pendamping masuk akal dipakai atau dibeli bersama jangkar.
- Harga lantai sudah dihitung: harga pokok semua produk + ongkir ekstra.
- Harga jual bundle berada di atas harga lantai dengan laba yang wajar.
- Biaya admin marketplace dan biaya pengemasan sudah diperhitungkan.
- Nama bundle menjelaskan isi dan hematnya dalam sekali baca.
- Isi, varian, dan ukuran bundle tertulis lengkap.
- Bundle ditampilkan di halaman produk jangkar dan halaman checkout.
Setelah Bundle Jalan, Apa yang Diukur
Ukur tiga angka selama dua minggu pertama. Pertama, nilai pesanan rata-rata, yaitu total penjualan dibagi jumlah pesanan. Kedua, laba kotor per pesanan, yaitu harga jual dikurangi harga pokok, ongkir, dan biaya admin. Ketiga, jumlah unit per pesanan, yaitu berapa produk terjual dalam tiap pesanan.
Bundle yang sehat menaikkan ketiganya, atau minimal menaikkan nilai pesanan dan unit per pesanan tanpa menurunkan laba per pesanan. Kalau nilai pesanan naik tapi laba turun, potongan terlalu besar. Kalau unit per pesanan tidak bergerak, pasangan produknya kurang menarik. Perbaiki satu variabel dalam satu waktu supaya kamu tahu apa yang berubah.
Bundle juga bisa menjadi pemicu repeat order. Pembeli yang mencoba produk pendamping lewat bundle dan merasa cocok punya alasan untuk kembali membeli produk itu secara satuan. Cara merawat pembeli lama setelah pembelian pertama dibahas di artikel cara meningkatkan repeat order untuk toko online. Kalau penjualan naik tapi keuntungan tidak ikut naik, cek juga diagnosisnya di artikel traffic naik tapi penjualan stagnan.
Cara membuat promo bundle yang aman dimulai dari satu bundle saja. Pilih produk terlarismu, pasangkan dengan satu produk pendamping yang masuk akal, hitung harga lantainya, dan pasang selama dua minggu. Satu bundle yang dihitung dengan benar lebih berguna daripada lima bundle yang dibuat asal potong harga.
Referensi
- Tokopedia Seller, “Penawaran Bundling” — seller-id.tokopedia.com
- Rework, “Strategi Bundling Produk untuk Meningkatkan AOV (Panduan 2026)” — resources.rework.com
- Omniconvert, “Product Bundling: Strategy, Types, Pricing and Examples” — omniconvert.com
- RabbitROI, “How to Increase Average Order Value on COD in Pakistan” — rabbitroi.com
- Big Blue, “What is Product Bundling? Strategies, Tips & Examples” — bigblue.co

